Tampilkan postingan dengan label beRSaMa_ikastaRa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beRSaMa_ikastaRa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2011

redaksi IHH8: Kepulauan Seribu

Pagi hari Sabtu, 16 Juli 2011, pada sebuah dermaga nelayan bernama Tanjung Pasir, Banten, perahu-perahu tradisional yang dikenal dengan sampan merapat berjajar dengan rapi. Salah satunya bersiap membawa rombongan kami, Ikastara Happy Hunting ke-8 (IHH8) yang diadakan oleh komunitas Ikastara Photography Club (IPC). Tujuan kami tak lain adalah menyambangi Kepulauan Seribu, Jakarta. Kepulauan yang menyimpan kisah-kisah yang menjadi salah satu titik dan saksi sejarah masyarakat nusantara selama ratusan tahun.

Sampan kami melaju menuju pulau tujuan pertama yakni Untung Jawa. Sebelum mencapai pulau Untung Jawa, sampan kami melewati pulau Rambut. Pulau Rambut ini digunakan sebagai suaka marga satwa burung sehingga perlu ijin untuk menjelajahinya. Letaknya tidak jauh dari pulau Untung Jawa. Perjalanan kami hanya memerlukan waktu satu jam. Di pulau Untung Jawa inilah rombongan menginap.

Siang harinya setelah melepas lelah sejenak dan persiapan hunting, kami bertolak dari dermaga pulau Untung Jawa menuju spot hunting pertama, pulau Kelor atau pulau Kherkof. Dari kejauhan tampaklah pulau kecil dengan bangunan bulat seperti cerobong asap di tengah lautan. Itulah Benteng Martello, berdiri gagah menatap laut berbagai sisi. Benteng Martello ini mempunyai dua saudara kembar. Kembaran dibangun pada pulau Bidadari dan pulau Onrust yang letaknya tak jauh dari pulau Kelor. Namun, sisa bangunannya hanya bisa dijumpai pada pulau Kelor dan Bidadari. Benteng Martello pada pulau Onrust telah hancur diterjang tsunami akibat ledakan gunung Krakatau dan penjarahan besar-besaran pada tahun 60-an. Nama Martello sendiri sama dengan nama menara militer di Inggris. Menara Martello berbentuk lingkaran berventilasi dengan dilengkapi meriam yang bisa manuver 360 derajat, dilengkapi dengan dinding tebal yang tahan terhadap serbuan mortar. Oleh Belanda, sejak didirikan pada abad 17 benteng Martello digunakan sebagai pertahanan Batavia dari ancaman Banten, Inggris, perompak, dan pemberontak. Benteng Martello yang tampak sekarang hanya bagian dalamnya saja, aslinya lebih luas hingga mencapai beton pemecah ombak yang melingkari setengah pulau Kelor. Bongkahan dinding data masih kokoh terbentuk. Menurut pemandu kami, batu batanya diambil dari bahan lokal daerah Tangerang.


Pulau Kelor ditempuh dalam satu jam perjalanan. Pulai ini tidak mempunyai dermaga sehingga menyulitkan perahu-perahu yang merapat. Luas daratan tak berpenghuni ini sekarang tidak menjapai dua hektar, terdiri dari sebuah bangunan benteng, semak-semak dan dikeliling selarik pantai pasir mini. Konon, menurut pemandu kami, semak-semak tersebut merupakan makam-makam. Jika digali, bisa ditemukan seonggok tengkorak manusia. Tak hanya pemberontak, pasien dari pulau Onrust dan Bidadari serta tahanan politik yang dihukum mati dikubur di situ. Beberapa beton pemecah ombak tampak terpancang melingkari tepian separuh pulau.

Pulau Kelor menyuguhi spot yang eksotis. Daya tarik yang tersimpan sisa benteng Martello, pantai pasir mini, dan beton pemecah obat menjadikan pulau ini terbukti tak sepi pengunjung. Akan tetapi, ada pemandangan ganjil dari pulau ini. Tidak lain karena keberadaan kucing-kucing liar. Mereka berlindung pada lubang ventilasi benteng dan semak-semak. Asalnya belum diketahui. Makanan kucing liar tersebut didapat dari para turis atau nelayan. Kucing-kucing tersebut dihubungkan dengan hal-hal mistis yang beredar.

Dibalik keunikan yang dimiliki, Pulau Kelor dihadapkan pada permasalahan serius yaitu abrasi. Separuh dari luas pulau telah terkikis. Menurut Nasional Geografic Indonesia, pulau ini akan tenggelam 45 tahun mendatang. Data arkeologi di pulau Onrust menyebutkan dalam kurun waktu 30 tahun telah terkikis sebesar setengah hektar. Sekarang tersisa kurang lebih satu hektar. Sisa isi pulau Kelor saat ini layak untuk diperhatikan kelestariannya.

Di sekitar pulau Kelor, terdapat gugusan Kepulauan Seribu lainnya. Pulau Bidadari, Onrust, dan Khayangan (Cipir) beserta Kelor disatukan oleh sejarah dimulai dari kedatangan orang Belanda, penjajahan, hingga kemerdekaan. Pusat kegiatannya berada pada pulau Onrust. Menurut pemandu kami, telah dilakukan penilitian oleh ilmuwan dari Jerman dan Belanda, hasil yang didapat salah satunya adalah ketiga pulau dihubungkan oleh terowongan dalam laut. Tetapi jalur yang menghubungkan tersebut sudah jebol diisi air laut dari tertutup pada waktu bencara Krakatau. Pulau Kelor dan gugusan sekitarnya berada dalam wilayah Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu, Kabupatan ADM Kepulau Seribu. Para peserta IHH8 selanjutnya bertandang ke pulau Bidadari guna menyambut sunset.

Pulau Bidadari sebelum dikembangkan hanyalah pulau kosong yang tanpa penghuni. Pulau ini dan pulau Onrust, dulu digunakan sebagai sarana inspeksi dan karantina pasien penyakit lepra atau kusta. Pasien berasal dari daerah Angke di Batavia maupun sudagar/pelayar yang akan merapat ke Batavia. Sejak itulah, pulau ini sempat dinamakan pulau Sakit. Pada tahun 70-an, barulah dikembangkan menjadi resort wisata dan diganti namanya dengan kata yang lebih menjual, yaitu pulau Bidadari. Resort wisata Bidadari dikembangkan oleh PT Seabreez sejak pemerintahan gubernur Ali Sadikin.

Hunian chalet pada pulau bidadari berkonsep traditional cabin beach dengan bahan kayu khas Sulawesi guna memperkuat kesan natural. Gazebo bambu beratap rumbia tersebar sepanjang pantai. Fasilitas lainnya meliputi ruang serba guna, outbond, musholla, fasilitas olahraga, permainan, dan wisata air dengan banana boat atau jetski. Tak lupa dengan pendopo untuk melepas keletihan seraya menikmati belaian sejuk angin laut.


Flora dan fauna yang tersebar pada pulau Bidadari dilindungi. Pulau dengan komposisi 60 persen wilayah berupa tanaman-tanaman. Terdapat di dalamnya flora langka seperti pohon Perdamaian, Kayu Hitam, dan lain-lain serta hutan mangrove terpelihara dengan baik. Tak lupa sambutan dari biawak-biawak dari sela-sela mangrove menyemarakkan suasana pulau. Ditambah dengan komunitas Elang Bondol yang hampir punah. Keragaman ini mengundang para fotografer untuk hunting. Rombongan IHH8 menyisir sebelah barat pulau. Spot sunset yang kami pilih berada pada sisi barat laut menghadap langsung pada pulau Onrust.

Puas dengan kegiatan hunting, senja itu kami kembali ke pulau Untung Jawa. Tidak jauh berbeda dengan resort pada pulau Bidadari, pada pulau Untung Jawa menyajikan fasilitas-fasiltas homestay, olahraga, kuliner, dan rekreasi yang relatif lebih murah. Makanan yang bisa didapat umumnya ikan bakar, cumi goreng tepung, udang bakar, tumis kangkung, dan juga sambal seafood yang khas. Penduduk pulau Untung Jawa umumnya bekerja sebagai pedagang, pemandu wisata, dan distributor barang. Sarana pendidikan hanya sampai jenjang sekolah menengah pertama. Untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, pelajar dari pulau Untung Jawa harus berpindah ke pulau lain. Keperluan pangan dan bahan material masih bergantung pada pulau lain. Penduduk pulau rata-rata hanya mempunyai sertifikat hak guna bangunan, bukan hak milik. Hak milik tanah pulau ini masih berada pada pemerintah. Keunikan yang kami temui adalah pola arah bangunan. Tidak seperti bangunan di pulau Jawa, persegi bangunan pada pulau ini tidak mengacu pada arah utara-barat-selatan-timur, tapi pada sisi barat tepat diluruskan dengan arah kiblat sholat.


Pada malam harinya, kami mengadakan BBQ di pinggir pantai utama pulau Untung Jawa. Tak lama teringat bait-bait puisi lama yang terbentuk pada waktu Outing Ikastara65 East Cost 2005,

tak kuliat kepiting berlarian
tak tersandungku di tumpukan karang
hanya daun pepohonan yang menari
mengiringi angin melantun

duduk terpaku pada tikar
memandang gelombang yang menggapai-gapai
tak ayal jiwa menyambut
ragapun cemburu

malam terbangun menyapa
sejenak kumenggigil
namun itupun hilang
oleh hangatnya kebersamaan

Keesokan harinya, aktifitas kuliner sudah terlihat sepanjang jalan. Dimulai dengan nasi kuning, nasi uduk, maupun nasi rames beserta gorengan siap dijajakan. Sepanjang jalan itu menghantarkan kami ke spot sunrise yang dipilih, berada pada sisi timur pulau Untung Jawa. Tepat pada pantai tanpa nama yang dipenuhi dengan pecahan karang-karang putih, terletak persis di sebelah utara 'parkiran' perahu dan tempat memancing.


Setelah matahari beranjak makin ke atas, rombongan berpindah ke arah utara untuk kegiatan Snorkeling. Tempatnya tepat berada pada kawasan hutan mangrove. Pantai dengan karang yang masih alami. Untuk pemula tempat ini cocok dijadikan sebagai latihan Snorkeling. Dengan kedalaman kurang lebih tiga meter, sinar matahari masih bisa menembus sela-sela karang. Untuk itulah snorkeling bagus dilakukan pada pukul 9-11 pagi dan sore pukul 2-4. Pemandu kami menyarankan tempat yang bagus untuk snorking meliputi pulau Dapur dan pulau Tidung. Sayangnya pulau Dapur hampir tenggelam, daratannya hanya seluas homestay tempat kami tinggal. Sedangkan pulau Tidung setidaknya butuh lebih dari 2 jam untuk dicapai. Snorkeling tidak menghabiskan tenaga. Tak terasa hampir tiga jam kami habiskan untuk bermain snorkeling, tapi kami harus pulang. Kembali ke tempat peraduan, Jakarta.

Kamis, 16 September 2010

memasta dan mengexpendables

Seperti biasanya, Cholid selalu ngajakin untuk belanja. Walaupun shaya tidak ada yang mau dibeli, tapi seringnya ikut turun. Tujuannya ya tentu sahaja shengsiong, yang deket.

Awalnya nggak ada niatan buat pasta. Setelah beberapa lama ngobrol dan mengeluarkan joke-joke ringan seperti Pregodialime dan Legodialisme (*Prego dan Lego itu merk saos pasta), akhirnya mutusin untuk bikin pasta buat rame-rame se-301ceria.

Pasta yang kita pake macaroni.
Saosnya ngambil yang Lego Napoletana.
Topingnya hanya make kornet beef

Masaknya yang gampang-gampang doank. Rebus macaroni dengan sedikit garam.
Goreng tanpa minyak kornet beef hingga harum.
Goreng tanpa minyak saos pasta.

Sewaktu nunggu pastanya siap, kita ngobrolin joke-joke ringan tentang pembantu dan buruh.
(* minute maid dan minyak goreng buruh)

Tak berapa lama makanan siap, lanjutlah kita nobar the expendables. Ternyata action filmnya mantab. Secara pemainnya keroyokan dari para pemain film action kawakan...

Malam itu mantab !!!

Selasa, 14 September 2010

tempe bacem


Gak perlu dipost bagaimana cara bikinnya, hehehe...

(foto by Amri)

Senin, 13 September 2010

Modifikasi Mie Instant... (2)

4. Roti Isi Mie

Berawal dari rasa penasaran waktu nonton dorama tentang kehidupan anak sma, penasarannya terletak pada makanan lunch yang dibawa yaitu roti isi yakisoba. Yakisoba adalah sejenis mie goreng ala Jepang.
Roti isi mie sendiri kalo orang Jawa bilang "sego iwak sego" alias nasi lauknya nasi. Sama seperti kita makan mie instant dengan nasi. Karbohidrat semua, wakakaka...

Bahan:
Hotdog roll
1 bungkus mie instant goreng
mayonaise atau saos sambal

Cara membuat:
rebus mie instant goreng utuh tanpa diremuk-remuk hingga matang
angkat dan saring airnya sampe habis
campurkan bumbu, aduk rata
belah salah satu pinggiran hotdog roll sehingga bisa diisi di dalamnya
masukkan mie instant ke dalamnya mampatkan
gunakan saos atau mayonaise sesukanya

Satu bungkus mie instant bisa untuk 2-4 hotdog roll. Waktu nyoba seh bisa untuk 2 roll, tapi penuh banget jadinya ^^
Dan emang enak hasilnya. Bisa dipake untuk bekal makan siang, hehehe.

5. Mie instant saos tiram

b.Nade bilang apapun masakan kalo pake saos tiram enak jadinya. Wakakaka... Emang enak seh.
Bagi shaya, saos tiram cocok dipake dengan sayuran.

Bahan:
1 bungkus mie instant rebus
1 ikat chye sim/sawi hijau (isi 4) dipotong pendek
1 siung bawang merah, iris kasar
1 batang bawang daun, iris pendek
2 sdm mentega
2 sdm saos tiram
air secukupnya

Cara membuat:
rebus mie instant hingga matang
angkat dan saring airnya
tumis bawang merah dengan mentega hingga harum
masukkan chye sim, aduk rata
masak hingga matang, bila perlu masukkan sedikit air
tuang saos tiram dan bumbu mie kecuali bumbu msg
aduk rata kembali
angkat dan tuang ke atas mie instant
siapkan air mendidih
taruh air mendidih dalam mangkuk kecil
masukkan bumbu msg secukupnya bersama potongan bawang daun
sajikan hangat-hangat

Kamis, 09 September 2010

eliminasi Final

tahap 3 oleh DJ dan Cholid yang ternyata tanpa sadar 1 pesawat :p

terakhir Amri

Rabu, 08 September 2010

eliminasi tahap 2

Yak... barusan berangkat mudik yaitu DJ dan Cholid.

Selamat jalan...

fiuh...

Gile semalem takut abis...

Shaya paling nggak suka tidur dengan suasana gelap. Mungkin karena imaginasinya terlalu besar :p

Jam 12 tadi malam sudah terlelap di sofa ruang tengah. Suasana flat sudahlah tenang, dah pada merapatkan diri ke kasur masing2. Hanya Cholid yang masih kedengaran suara komputernya sedang main Restaurant Empire 2.

2 jam kemudian...

Shaya tiba-tiba terbangun, seperti ada yang membangunkan.
Begitu buka mata, langsung perasaan takut itu menghantui. Sekeliling shaya gelap sekali. Tidak ada suara sedikitpun. Bahkan tidak ada suara mobil yang kadang terdengar di jalan depan atau suara angin dari jendela yang selalu shaya buka lebar. Komputer di ruang tengah sudah tidak nyala beberapa hari. Bahkan suara komputer Cholid sudah tidak terdengar lagi!! Begitu tenang dan mengerikan bagi shaya. Mata ini masih belom menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Hal pertama yang shaya tuju adalah kamar Cholid, ada cahaya di dalamnya.

Di dalam kamarnya, shaya menghela napas sebentar, hanya untuk menenangkan diri. Setelah itu menuju ke kamar, shaya putuskan untuk tidur di kamar walau dalam keadaan gelap. Setidaknya dari kasur shaya yang menghadap ke jendela bisa melihat berbagai cahaya dari luar.

Mata ini begitu berat untuk tetap terjaga. Tapi butuh waktu lama untuk terpejam kembali... walau akhirnya sanggup.

Trauma ini tidak sekali saja terjadi. Telah berkali-kali terjadi. Terkadang shaya suka menimpali teman yang suka matiin lampu di ruang tengah supaya tidak dilakukan, karena memang di sanalah shaya sering merebahkan diri untuk istirahat dan juga seringnya terbangun malam-malam. Itulah salah satu alasan kenapa shaya paling tidak suka tidur di kamar sendiri. Sejak kuliah tidak pernah mendapat roomate yang sesuai dengan kondisi itu. Seringnya mengalah, sehingga shaya selalu memaksa untuk mendapat bagian tempat tidur yang dekat dengan jendela.

Kebiasaan tidur dalam keadaan terang sebenarnya didikan dari keluarga sendiri. Sejak kecil selalu tidur dalam keadaan tidak gelap. Bahkan ortu shaya selalu menyalakan lampu kamar walaupun kamar tersebut tidak digunakan untuk tidur.

Seperti sejarah, kejadian ini akan terulang kembali sepertinya...
Fiuh...

Senin, 06 September 2010

ayam cola + gorengan kemul kunyit

Tadi pagi kebagian jatah masak bersama dj.

(waktu berbuka, kemaren)
"Besok mau bikin apa buat sahur ?" tanya dj.

"Mumpung ada cola, ntar bikin ayam cola saja."

"Ya kalo bisa bikinnya seh silakan."

"Tak keluarin dulu deh dari freezer, defrost alami."

(dini hari)
"Ayam colanya jangan kayak taon lalu, manis banget."

Jadi inget lebaran tahun yang lalu bareng Amri masak ayam cola. 1 ekor ayam utuh dimasak dengan 750mL cola... Langsung super manis, fiuh...

"Ya taon lalu itu emang cuman dipresto dulu baru diungkep pake cola tanpa bumbu yang lain." kata shaya sambil menemani Amri masak tempe kemul malam-malam.

"Masaknya pake itu aja... ini.." katanya sambil menunjukkan serai, "ada daun salam kan?"

"Ada, sisa dari Dhea."

"Tambah laos, pasti mantab hasilnya. Di rumahku kalo masak sering pake lengkuas."

"Kalo bahan dasarnya ayam ya emang pake lengkuas. Udah tak blender itu bumbu."
"Coba cium baunya. Lengkuasnya banyak"

"Mantab donk."

"Lagian di internet beda-beda resepnya. Kita bikin sendiri resep ayam cola untuk pagi ini."

----------

Resep ayam cola (kreasi HQ + Amri)

Bahan:
1kg ayam bagian paha
1 batang serai, geprek
2 lembar daun salam
300mL coca-cola
2 batang seledri, potong tipis
1 sdm tepung jagung dilarutkan 1 sdm air
3 sdm black soy sauce
3 sdm saus tomat
10 biji cabe rawit
4 cm jahe diparut
1 buah bawang bombay, iris tipis
garam, gula, dan merica secukupnya
air secukupnya
minyak untuk menumis

Bumbu halus:
2 siung bawang ukuran sedang
2 siung bawang putih
1 sdt ketumbar (<--- iseng doank ditambahin)

Cara membuat:
Ayam diolesi campuran air, jahe, garam, dan merica.
Diamkan sekitar 2 jam.

Goreng ayam hingga warnanya berubah kecoklatan/ setengah matang.
Tumis bawang bombay hingga layu.
Masukkan bumbu halus ke dalam tumisan bombay.
Masak hingga harum.
Masukkan ayam, aduk hingga rata.
Campurkan saos tomat, black soy, serai, daun salam, dan sedikit air.
Tuangkan cola per 100mL. Tunggu hingga cairannya menguap sambil diaduk perlahan baru tuangkan lagi sisanya dan seterusnya.
Masukkan cabe rawit dan potongan seledri.
Masukkan larutan maizena.
Tuangkan sedikit air.
Masak hingga kuah mengental.
Angkat dan sajikan hangat-hangat.

Tips:
Sebelum diolah dengan cola, sebaiknya ayam digoreng terlebih dahulu guna mempertahankan bentuk ayam. Kalau langsung direbus dengan cola biasanya kulit ayam dan beberapa bagian dari daging ayam akan mudah terpisah.
Maksud dari pengenceran berkali-kali adalah untuk memaksimalkan penyerapan bumbu ke dalam daging ayam.

----------

(jam 4 pagi)
"Jadi masak ayam cola kan?" sapa DJ, baru bangun tidur.

"Ini sedang. Itu terungnya dimasak aja."

"Masak pake apa ya enaknya. Males berkreasi pagi ini."
.........
"Goreng tepung aja dah."

"he em.."

selang beberapa lama...

"Ada kunyit nggak?" tanya dia.

"Ada, bentar..."

"Kunyit, jahe, bawang putih, sama...."
"Ebi."

'Gile, itu yang namanya males berkreasi, lol'

----------

Gorengan kemul kunyit (kreasi DJ)

Bahan:
2 buah terong
6 buah sosis, bagi 2
1 ikat tempe (isi 2 buah), belah 2
5 sdm tepung gandum (berbaking soda)
garam dan air secukupnya
minyak untuk menggoreng

Bumbu halus:
3cm kunyit
4cm jahe
2 siung bawang putih

Cara membuat:
Campurankan bumbu halus, tepung, garam, dan air hingga membentuk adonan cair.
Guling terong/tempe/sosis ke dalam adonan hingga menutupi permukaannya.
Goreng kemulan terong/tempe/sosis ke dalam minyak yang sudah panas.
Goreng hingga matang, berwarna kuning kecoklatan.
Tiriskan, sajikan hangat-hangat.

Tips:
Pada waktu menggoreng, jika ada permukaan yang tidak tertutup adonan, sebaiknya ditambahkan langsung untuk menutupi seluruh permukaannya sehingga bisa dikatakan "kemul"

----------

Menu gorengan itu agak baru bagi shaya dan mungkin bagi yang ada di 301ceria. Tapi pagi ini memang mantab sahurnya. Selain hasilnya memuaskan, seluruh makanan habis termasuk nasi yang biasanya tersisa. Alhamdulillah... (:

korban comex

Ahahaha... siapa lagi kalo bukan si Cholid...
dari kompie Acer baru berprosesor i3 hingga headset yang harganya sudah melampau hard disk 1 Terra, lol...

Sementara laptop Fujitsu yang dari setahun kemaren menggantikan desktopnya sudah dipensiunkan. Mana monitor Acer shaya yang bersambungan CRT masih diincar supaya kompienya bisa diextend menjadi 3 monitor nantinya, wakaka...power...

Jumat, 03 September 2010

Modifikasi Mie Instant... (1)

Mie instant memang makanan favorit untuk semua kalangan. Apalagi yang jauh dari keluarga di perantauan dan sadar akan kebutuhan msg yang diperlukan tubuh kita, lol...

Tapi jika makan sesuai petunjuk penggunaan akan bisa membosankan. Butuh modifikasi supaya mencapai kelezatan atau kepuasan yang sangat. Ahahaha...
Shaya bicara bukan hanya untuk orang yang suka mie instant umumnya, tapi lebih ke arah orang yang suka mie instant dan hobi memasak atau setidaknya punya kekreatifan tersendiri dalam soal mengolah bahan makanan

Pembahasan ini sebenarnya terucap pertama kali oleh Rejoss di forum ikastara. Dia bertanya apakah ada yang suka memodifikasikan mie instant selama ini dan shaya menanggapinya dengan mengepost beberapa menu berkaitan dengan hal tersebut.

Berikut contoh modifikasinya

1. mie instant kuah kental

Shaya paling suka dengan mie berkuah. Selama di Indo selalu berburu mie rebus untuk dibawa ke sini buat stok jikalau pengen makan mie. Tidak masalah merk apa. Yang penting rebus.
Nah, kalo cuman main rebus doank seh gampang. Gimana caranya biar kuahnya kental ? Hohoho tentunya dengan penambahan starch, terserah mau make tapioka atau maizena. Kalo shaya lebih suka jagung.
Cara pencampurannya sebagai berikut

Bahan:
mie instant 1 bungkus
tepung jagung 1 sdm dilarutkan dalam 1 sdm air
1/2 sdm minyak wijen

Cara membuat:
rebus mie dengan bumbu
aduk rata
setelah matang masukkan larutan tepung jagung
aduk rata lagi
masak hingga kuah mengental
campurkan minyak wijen
aduk rata lagi
angkat
sajikan hangat-hangat

Tips:
campuran air dan tepung jagung harus merata sebelum dituangkan ke rebusan mie. Jika tidak maka akan membentuk gumpalan-gumpalan tepung pada hasil akhirnya
air rebusan dari mie janganlah terlalu banyak, jika terlalu banyak buanglah sebagian terlebih dahulu, perbandingan air rebusan dengan larutan tepung jagungnya kira-kira 1 mangkuk air : 1 sdm air

sederhana bukan ?

2. mie instant goreng saos jamur

Saos jamur ini umumnya berupa kuah yang kental juga. Hanya saja bedanya saos jamur ini dimasak terpisah dari bahan utamanya. Saosnya hanya sebagai toping seperti saos pasta. Seharusnya saos jamur ini dibikin dengan menambahkan kaldu ayam/sapi di dalamnya atau bahkan dengan mencampurkan juice apel. Untuk kali ini kita memakai bumbu yang terdapat dalam mie instant langsung. Berikut caranya

Bahan:
mie instant goreng 1 bungkus
3 buah jamur kancing, potong membujur tipis
1 buah bawang bombay, cincang
3 sdm mentega
1 sdm tepung jagung dilarutkan dalam 1 sdm air

Cara membuat:
mie direbus hingga lunak
angkat dan saring airnya
taruh mie dalam tempat saji

tumis bawang bombay dengan mentega hingga harum
masukkan jamur, tumis beberapa saat
masukkan larutan tepung jagung
campurkan bumbu mie instant goreng
aduk rata dan masak hingga kuah mengental

siram mie dengan saos jamur
sajikan hangat-hangat

Tips:

3. mie instant goreng omelet

Ini hasil dari Adityo di hall 2 dulu. Caranya mudah sekali

Bahan:
mie instant goreng 1 bungkus
2 butir telur
3sdm mentega

Cara membuat
rebus mie instant goreng hingga matang atau setengah matang
angkat dan saring airnya
taruh mie dalam mangkuk dan diamkan hingga dingin
masukkan 2 butir telur
masukkan bumbu mie instant goreng
aduk semua bahan hingga rata
panaskan mentega dalam penggorengan
goreng campuran mie menyerupai omelet
usahakan membolak-balik cukup sekali saja
masak hingga warna mie kecoklatan
angkat dan sajikan dengan saos

Tips: pastikan mie hasil perebusan yang telah disaring airnya benar-benar cukup dingin supaya telur yang dicampurkan tidak menjadi cepat matang sebelum digoreng

(bersambung...)

Kamis, 02 September 2010

comex '10

Uhuy... comex 2010 sudah tiba...

Kita liat mo upgrade atau beli apa si Cholid ntar...

HDD 2T ?
kompie baru?
wireless headset ?
atau yang lain?

shaya seh kebagian ngisi space dan nggunain doank, wakakaka

berikut pricelistnya, bagi yang mau download
http://www.mediafire.com/?qb6z3qgcj8wj24v#2

dan pertanyaan khas orang Indo yang berada di Indo ke kami yang di SG adalah
"Eh, di sana harga BB berapa?"
lol...

Selasa, 24 Agustus 2010

Nasi General

Begitu baca lagi postingan di bawah jadi teringat asal usul frase Nasi General

1. Pencetusnya mas Iwan, sewaktu kami berada di Hall 13, blk 64, lantai 4, NTU

2. Penyebabnya, ada orang yang selalu, tanpa disuruh, walopun nggak ada angin nggak ada hujan, selalu bikin nasi untuk dimakan bersama.
Itu definisi awal oleh mas Iwan, dan tentu sahaja kian hari definisi nasi General berubah yaitu
2.a. Orang yang selalu dipanggil untuk menghabiskan nasi sisa. Wakakaka....
2.b. Orang yang tanggap membeli beras ketika yang tersimpan mendekati habis...

3. Kata "general" itu diambil dari game Command and Conquer General Zero Hour. Dalam game tersebut tiap general punya kemampuan masing-masing. Dicocokkan dengan hal yang terjadi di dapur, terbentuklah frase nasi general.

4. Hampir tiap wiken, yang nota bene, kami yang tinggal deket dapur mengadakan mabar, makan bareng, dengan menu biasanya ayam kecap atau sosis bumbu moyang, tiap paginya selalu ada yang bikin nasi. Cuman dibikin sahaja, dianya sendiri belom tentu ngambil.

Sejarah title nasi general
1. Andika, roomatesnya mas Iwan...
selalu bikin nasi, bahkan aware dikala rice cooker di dapur mau dipake oleh para OC

2. Cholid,
dipanggil ketika sudah pada kenyang dan belom habis baik lauk dan nasinya...

3. Amri,
begitu bergabung di hall 13, Amri langsung diberi title tersebut, tanggap untuk beli beras dan bikin nasi

hampir saja...

Tiap hari memang terbagi tugas memasak untuk sahur. Tapi untuk bikin nasi biasa Nasi General sudah sadar diri untuk membikinnya...

Malam itu semua lupa...
Lupa ngecek apakah beras masih ada atau nggak, lol... :p

Hari itu tugas shaya untuk memasak. Hari itu juga shaya sudah tertidur setelah berbuka puasa, dan terbangun pada pukul 1 dini hari. Seperti hari-hari yang telah lalu, shaya selalu pergi ke dapur sekedar bikin teh di malam ini. Setelah nengok ke arah rice cooker, ternyata masih kosong.

Dengan mata masih belekan aka belum cuci muka, shaya carilah di mana beras disimpan.
Dan... nggak ketemu.
Terus terang shaya sendiri nggak tau di mana sehari-hari benda itu distok selama puasa. Karena memang nggak pernah sekalipun selama puasa ini bikin nasi :p

Panik... buka lemari satu dilanjutkan lemari yang lain. Double cek tapi masih belom ketemu.

Hari itu shaya bertugas bersama si Ari, yang nota bene selalu ngecek siapa yang tugas dan apa yang kurang dalam bahan-bahan yang diperlukan, tapi hari itu kok beras tidak dicek sama dia :p
Ingin hati membangunkan dia tapi apa daya kayaknya baru tidur -jam tidurnya dah apal- nggak tega. Akhirnya ngajakin yang masih melek matanya untuk berpikir bagaimana enaknya buat ntar.

Amri, masih terbangun, mau liat pertandingan bola. Shaya ajaklah ke 7-11 guna beli roti tawar. Setelah ngobrol-ngobrol, paling banter bikin sandwich sahaja.

Dan... terbelilah 2 bungkus roti tawar, tololnya lupa beli mayonnaise pula. Haiz...

Sekitar jam 2-3 bangunlah si penyelamat kita semua. Dialah Abrar!
Ternyata dia masih nyimpen beras coklatnya itu. Hohoho...

Dan paginya, kegiatan sahur seperti biasa. Tanpa keliatan terjadi apa-apa, hehehe... :p

(Selamat ulang tahun buat Abrar ^^)

Minggu, 22 Agustus 2010

tidak bubar...

Ini kedua kalinya nggak ikutan bubar ikastara65, huhuhu...

Pertama kali taon lalu, karena masih 'terperangkap' di Batam kendala fiskal.
Kedua kalinya atau sekarang, ya memang memutuskan untuk tidak datang, hehehe.

Penghuni 301ceria sudah diwakili oleh 3 orang (tse, ari, cholid)

......

(*selamat ulang tahun buat Cholid ^^)

Sabtu, 21 Agustus 2010

peninggalan Dhea dan memasak sahur

"Bantu ngabisin peninggalan Dhea donk"

Itu request dari flatmate :p
Barang-barang peninggalan Dhea yang berupa bahan makanan dan bumbu memang tidak sedikit.

1. Jenis mie, bumbu jadi, bahan makanan, tentu sahaja suaminya yang musti ngabisin

2. kalo Opak yang belom digoreng, tanpa disuruh pun yang berada di kamar paling jauh pun akan mau menggorengnya

3. Nah bagaimana dengan rempah-rempah?
Peninggalan rempah-rempah lumayan bervariasi. Dari jahe, lengkuas, serai, merica, kemiri, ketumbar, kunyit, daun jeruk, daun salam, asam, dll.... bahkan ada baking powder pun masih penuh.
Penghuni 301ceria jaranglah memakai rempah-rempah tersebut. Shaya dan Amri yang tergolong paling sering masak pun, acap kali memakai bumbu yang standar sahaja. Garam dan merica :p
Bagaimana cara ngabisin rempah-rempah itu ?? Sebagaimana kita tahu, rempah ini penggunaannya dalam 1 menu sangatlah sedikit kadarnya, kalo musti ngabisin perlu berkali-kali memasak... Fiuh...
Mulailah petualangan shaya ^^

Di 301ceria, jadwal memasak untuk sudah terbagi secara rapi. Ada 6 orang, tiap hari yang bertugas 2 orang, dan tiap pasangan berbeda setiap harinya. Dalam 1 bulan (30 hari) 1 orang cukup bertugas 10 hari dengan berpasangan dengan orang yang sama maksimal 2 kali.
Dalam 10 tugas tersebut, mulailah shaya menargetkan sesuatu menu yang jarang shaya coba (dan harus memakai rempah-rempah di atas ^^)

1. Tongseng sapi...
Menu ini seharusnya beberapa waktu yang lalu sudah mau dicoba, tapi malah beralih ke sop buntutnya Amri :p
Mumpung ada rempah, jadi bisa bikin tongseng dengan baik. Resepnya ntar dipost deh.
Responnya sangat baik, hohoho. Bahkan Cholid yang terkenal penggemar tongseng bilang, Not badlah... Maklum shaya baru pertama kali bikin. Dan bikinnya main tuang sana tuang sini, campur sana campur sini aja tanpa liat takaran yang ada di resep-resep, hehehe

2. Lodeh Terong
Di menu ini, rempah di atas juga bisa digunain, walaupun lebih sedikit daripada menu pertama. At least sekalinya masak, sudah berkurang beberapa miligram, wakakaka...
Lucunya waktu sahur, ada yang bilang, "ini pake Santan ya? Mantab.." Dan alangkah terkejutnya shaya waktu inget kalo waktu memasak lupa mencampurkan santan di dalamnya...
Lha kok bisa terasa santan kalo nggak dicampurkan ya :p

Target selanjutnya
3. Gulai kambing
4. Opor ayam
5. Ayam kecap
6. ... 10... belum kepikiran

Yosh...

Minggu, 08 Agustus 2010

pancake

Sudah lama sekali tidak bikin pancake.
Sejak hari jum'at yang lalu shaya mulai membuat dan menikmati makanan itu setiap pagi.

1. Selain bikin shaya niruin bikin kopi, Gilmore Girls memberi dampak buat shaya untuk bikin pancake, hehehe

2. Suatu kamis dini hari (sudah masuk hari jum'at) kelaparan, datang ke dapur, shaya cuman punya 1 butir telor. Lalu liat ke almari dapur ada tepung roti sisa Cholid bikin martabak manis dahulu. Terpikirlah membuat pancake -yang sempat terlintas sewaktu nonton GG tepat sebelum kelaperan terjadi-

3. Gampang bikinnya, dan gampang ngebersihin alat dapurnya

Dan jadilah sebuah pancake sederhana dengan bahan yang terdiri dari 1 butir telor, tepung roti secukupnya, dan gula secukupnya...

Besoknya, mengganti gula dengan susu kental manis...

Dan hari ini, setelah kemaren Cholid membawa oleh2 'super kacang asin' yang ternyata rasanya tidaklah asin berserta jumlahnya lumayan banyak, dan setelah mendengar celotehan Amri bahwa kenapa tidak mencampur kacang itu di dalam adonan, maka terbentuklah pancake kacang. Wakakakaka...
Dengan 2 telor, tepung dan susu kental manis secukupnya, dan beberapa (banyak seh sebenarnya) butir kacang dijamin bakalan kenyang bet, apalagi ditambah nikmatnya es teh hari ini. Kayaknya di perut shaya adonannya mengembang lagi. Lol :p

Senin, 02 Agustus 2010

Definisi benda-benda di 301ceria... (2)

# # #

1. joystick
::: buat maen WE
-> para penyuka olahraga tangan

2. jam dinding
::: alat yang selalu shaya liat buat penentu waktu
-> padahal di depan mata ada kompi yang terpampang jam, tetep aja ngeliat ke dinding...

3. monopoly Deal
::: permainan yang pernah ngehot di 301ceria
-> thanks to si Bung yang sudah memperkenalkannya ^^

4. mie instant
::: makanan yang selalu distok terutama oleh Cholid :p
-> apalagi mie rebus ayam bawang

5. kalo ada tissue bejibun
::: tanda ada GT sedang berkunjung (dulu)
-> sudah apal, terbukti...

6. msg
::: sajian para tamu buat tuan rumah 301ceria
-> berbagi keceriaan...

7. portable desktop
::: sebutan (dari Cholid) untuk laptop shaya
-> alasannya karna jarang dimatiin

8. HDD
::: bertambah minimal sebiji seiring pertambahan tahun
-> koleksi...koleksi...

9. meja dapur
::: alat yang bakalan rame kalo ditaruh 1 barang
-> misal ada pisau tergeletak, maka teman2nya akan merasa terpanggil, besoknya ada telenan, ada panci, ada mangkuk dsb...

10. hair dryer
::: terdengar dipake hampir tiap pagi di kamar shaya (oleh dj)
-> siapa lagi yang make :p

# # #

Rabu, 28 Juli 2010

bersua kembali

Boeng Tjhukong sudah merapat di pulau ini. Tepatnya kemaren sore.
Begitu nyampe beliau langsung mengunjung 'rumah'nya yang telah lama ditinggal pergi berbulan-bulan lamanya. Mengamati bagaimana 'rumah'nya itu setelah tertimba musibah banjir beberapa waktu yang lalu :p

Perjumpaan pun diadakan guna menyambut kedatangan beliau. Tempatnya berada di Alameen... Awalnya kirain yang berada di Woodlands, taunya di pelosok Upp Bkt Timah sono. Dihadiri oleh (urutan kedatangan)

Boeng Tjhukong sendiri
Bung Wajan, sebagai kehormatan yang telah menampung Boeng Tjhukong selama berada di pulau ini.
Anes, yang si Rongrongnya bakalan telat datang
Shaya, langsung dari 301ceria
Mas Iwan Jayus, masih dengan LI81
Gogo, yang mempelori kumpul2
Mami Gani, yang diseret ikut
Bung Mbon, yang rela-relain naik bus 30an bus stop
Terakhir si Rongrong...

Seperti biasa, joke-joke, celaan, 'ngoce'an, 'timpe'an yang lama kembali bermunculan.
Wakakaka...

Boeng Tjhin memang langka, ada daya tarik sendiri. Sebagai tokoh masjarakat beliau memang mengayomi komunitasnya walaupun sudah lama tidak bersua.
^_^

Selasa, 27 Juli 2010

youth of Indonesia

Ahahaha...

Barusan denger si Cholid nyanyian lagunya POD, 'Youth of the Nation' diganti liriknya dengan Youth of Indonesia...

Kirain shaya salah denger, ternyata emang beneran gitu, lol :p

Selasa, 20 Juli 2010

sekutip percakapan

Kemaren wiken di magelang sedang ada reuni akbar 20th-an, tapi...

Dia: btw lu nyesel gak sie gak ikutan 20th?
karna kita bukan bener2 ngga bisa datang, tapi memilih untuk ngga datang...

Shaya: justru karna gw milih nggak datang makanya nggak nyesel, ahahaha...

tapi kalo misal gw nggak bisa datang ya nggak ada option nyesel... hehehe

nyesel itu letaknya kalo acara itu di luar ekspektasi kita, kalo udah datang nggak sesuai perkiraan baru nyesel kenapa datang
wakakakaka...

Dia: iya.. kalo emang beneran ngga bisa datang ya ngga akan nyesel lah..

tapi ini kan udah milih ngga datang... ternyata acaranya terlihat seru... nyesel ga?

ekspetasinya kan acaranya ngga akan seru dan terlihat repot mo datang...

gw sedang menpertimbangkan... gw nyesel apa ngga ya...? hahaha

Shaya: ahahaha... nyesel itu dirasain, bukan untuk dipertimbangkan :p

gw ekspektasinya ada foto2 campuran angkatan... (kecuali yang sudah punya 1 komunitas sendiri kayak junker atau IPC)... misal ngerjain adik kalo ada abang yang ngaku kalo itu angkatan 9 padahal angkatan 4, lol :p

Dia: hahaha...