Tiap hari memang terbagi tugas memasak untuk sahur. Tapi untuk bikin nasi biasa Nasi General sudah sadar diri untuk membikinnya...
Malam itu semua lupa...
Lupa ngecek apakah beras masih ada atau nggak, lol... :p
Hari itu tugas shaya untuk memasak. Hari itu juga shaya sudah tertidur setelah berbuka puasa, dan terbangun pada pukul 1 dini hari. Seperti hari-hari yang telah lalu, shaya selalu pergi ke dapur sekedar bikin teh di malam ini. Setelah nengok ke arah rice cooker, ternyata masih kosong.
Dengan mata masih belekan aka belum cuci muka, shaya carilah di mana beras disimpan.
Dan... nggak ketemu.
Terus terang shaya sendiri nggak tau di mana sehari-hari benda itu distok selama puasa. Karena memang nggak pernah sekalipun selama puasa ini bikin nasi :p
Panik... buka lemari satu dilanjutkan lemari yang lain. Double cek tapi masih belom ketemu.
Hari itu shaya bertugas bersama si Ari, yang nota bene selalu ngecek siapa yang tugas dan apa yang kurang dalam bahan-bahan yang diperlukan, tapi hari itu kok beras tidak dicek sama dia :p
Ingin hati membangunkan dia tapi apa daya kayaknya baru tidur -jam tidurnya dah apal- nggak tega. Akhirnya ngajakin yang masih melek matanya untuk berpikir bagaimana enaknya buat ntar.
Amri, masih terbangun, mau liat pertandingan bola. Shaya ajaklah ke 7-11 guna beli roti tawar. Setelah ngobrol-ngobrol, paling banter bikin sandwich sahaja.
Dan... terbelilah 2 bungkus roti tawar, tololnya lupa beli mayonnaise pula. Haiz...
Sekitar jam 2-3 bangunlah si penyelamat kita semua. Dialah Abrar!
Ternyata dia masih nyimpen beras coklatnya itu. Hohoho...
Dan paginya, kegiatan sahur seperti biasa. Tanpa keliatan terjadi apa-apa, hehehe... :p
(Selamat ulang tahun buat Abrar ^^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar