1. umbi-umbian
a. lengkuas
b. jahe
c. kunyit, kunir, temulawak (turmeric/yellow ginger, Curcuma longa)
Takarannya berkisar 1-5 cm dalam sebuah menu makanan.Digunakan dalam bentuk parutan atau bisa juga diblender dengan bumbu yang lain.
Penggunaan utamanya sebagai pewarna makanan dan penghilang bau tajam/amis. Berbeda dengan jahe yang lumrahnya digunakan pada waktu perendaman, kunyit menghilangkan bau amis justru pada waktu proses memasak.
Hasil akhirnya hanya warna orange-kekuningan pada makanan.
Umumnya tempat sajian makanan berkunyit itu sukar dicuci jika dibiarkan lama, warna dari kunyit akan lebih merekat seiring sisa sajian mengering
Penyimpanannya dalam tempat tertutup dan kering.
d. temu kunci (fingerroot/chinese ginger, Boesenbergia rotunda)
Nama lain: koncih (Sumatera), Tamu kunci (Minangkabau), Konce (Madura), Kunci (jawa tengah), Dumu kunci (Bima), Tamu konci (Makasar), Tumu kunci (Ambon), Anipa wakang (Hila-Alfuru), Aruhu Konci (Haruku), Sun (Buru) Rutu kakuzi (Seram), Tamputi (Ternate), Krachai (Thailand), Chinese key (Cina)Takarannya berkisar 1-3 cm dalam sebuah menu makanan.
Bentuknya seperti anak-anak kunci yang dijadikan satu.
Penggunaannya sebagai pelengkap bumbu utama. Lumrah digunakan dalam menu sayur bayam/bening.
Berbeda dengan keluarga umbi yang lain, penggunaan temu kunci tidak akan langsung terasa baik aroma maupun warna karena fungsinya hanya sebagai zat penetralisir.
Irisan temu kunci pada sajian bukan untuk dikonsumsi.
Penyimpanannya dalam tempat tertutup dan kering.
(bersambung...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar