Pantaskah Aku (2)
***
Tiga bulan berlalu. Mbak Hesthi akhirnya sudah melangsungkan pernikahannya. Ia tinggal di kota yang sama dengan rumah keluarga suaminya, di Surakarta.
Aku baru saja pulang kantor, tetapi aku tidak ingin langsung ke kos. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian ke Plaza Semanggi. Hilmy masih praktek, aku sendiri tidak tahu sampai jam berapa. Tidak ada masalah sih sebetulnya, toh aku sedang ingin sendiri.
Belakangan ini aku memang lebih senang menyendiri. Aku terus berjalan mengelilingi tiap stand di mall ini. Nuansa warna pink terlihat mendominasi dekorasi bangunan ini. Nuansa musiman, pikirku. Lihat saja tiga hari setelah Valentine, toh semuanya akan kembali seperti biasanya. Tidak ada lagi kertas, pita dan coklat berwarna hati itu. Semuanya musiman.
Semuanya hanya musiman. Apakah jika Hilmy mencintaiku selama ini, kebahagiaan itu juga akan berlangsung semusim saja?
Handphoneku bergetar, ada sms masuk. Dari Mbak Hesthi Rosalie.
“Silvy..apa kabar? Sil..aku cape..Mas Indra blum pulang. Ibunya disini terus. Hari hariku penuh ceramah pembekalan..Silvy, aku ngga tau mesti gmn”
Aku tercenung. Mbak Hesthi..aku tidak punya solusi. Akhirnya aku hanya bisa menjawab:
“Mbak Hesthi..yang sabar ya…Allah sayang mbak Hesthi kok.. Semoga Allah selalu memberi yang terbaik untuk Mbak Hesthi..”
Mbak Hesthi, kau membuatku makin takut! Aku hendak memasukkan handphoneku kembali, tetapi ternyata bergetar lagi. Ada sms masuk lagi. Kini dari Hilmy.
“Vy, udah sampai kos..? Lagi ngapain? Vy, if you don’t mind, Valentine nanti, jalan yuk? Ke Bricks Kitchen & Lounge yang di Sky Diningnya Plangi itu? Please Vy..mau ya??Eniwei, miss u Vy..”
Hilmy!!!Aku hanya mampu menjerit dalam hati. Andaikan kamu ngerti….Namun kali ini aku tidak ingin menolak. Tidak juga mengiyakan. Aku hanya membalas,”Iya My, thx a lot..liat pas hari H aja ya..miss u too,My..”
***
Pantaskah Aku (4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar