Rabu, 02 April 2008

embunku

========== !!! ==========

Pagi hari yang cerah

Embunku…,

Terlalu lama, bahkan terlalu lama aku bersikap biasa saja. Aku tidak mampu berkata manis atau memberikan momen romantis. Apakah hatiku masih terasa beku. Mungkin juga terpikir olehku apalah arti sebuah kalimat, sejauh mana memaksa sebuah sikap, kalau cuma berupa setetes air mata yang mudah menguap.

Sayangku, aku ingin memandangmu. Ya…., memandangmu dengan tatapan cerah. Kubayangkan senyummu yang indah, menghiasi mimpi tadi malam. Ku inginkan raut muka yang terpancar elok dari sosok dirimu yang anggun.

Embunku….,

Layaklah dirimu mendapatkan pujian. Kamu indah apa adanya. Seperti pagi ini. Aku melihatmu hinggap pada daun-daun pohon yang rindang. Begitu mempersona bagi yang melihatnya. Aku sadar. Sadar akan begitunya banyaknya pengagummu. Berjuta hasrat berlalu ingin memilikimu. Termasuk pula diriku. Terikatku dalam rona keanggunanmu. Kalbu ini serasa berontak di antara tatapan mata yang menginginka dirimu.

Baru tahu akan rasanya menghiasai pagi hari. Benar-benar rasa yang nikmat. Kita tertegun menatap sinar matahari terbit, menyongsong hari baru yang menghadang, melepas serutan bayangan gembira bagi pendengki. Akulah sang juara. Pemegang cintamu. Cinta yang menyembuhkanku dari luka lama. Luka yang menggerogoti jiwa ini.

Kasihmu memberikan semangat tuk bangkit, meninggalkan keterpurukan dalam gulita. Ingin kupeluk dirimu dalam haru. Haru yang menyeruak di dadaku. Tergetar hati ini selalu. Indah rasanya terbayang akan hal itu.

Embunku…..,

Terima kasih atas cintamu.
Untukmu, mempermampukanku dalam mewarnai pagi hari.
Aku mencintaimu. Sungguh. Teramat sungguh dari lubuk terdalamku.

========== !!! ==========

Tidak ada komentar: