Kalau dipikir-pikir aneh juga, hanya sebab benda yang disebut sisir saja, sudah membawa perubahan yang begitu besar. Orang yang semula kurang menarik tetapi sebab ia menggunakan sisir, menyisir rambutnya, seseorang itu menjadi lebih menarik. Benar-benar "obat ngganteng". Ajaib juga ternyata sisir itu kalau dipikir-pikir..
20 menit kemudian, taksi berhenti di depan sebuat Café, "Café Tazmania", Tazamnianya dari Afrika tapi bangunannya model Itali..he..he.. Pintu kaca motif kotak-kotak berwarna warni. Baru mau masuk, terdengar suara dari arah belakangku..
"Bang..Bang Rudy !.."
Aku menoleh, terlihat Maya ada di dalam mobil bersama saudaranya..siapa namanya ya tadi siang itu..mm Dewa..ya dia dengan saudaranya dewa.
Aku melangkahkan kaki mendatangi mereka. Kujabat tangan dewa dari luar jendela, ia tersenyum dan mengangguk.
"Turun yuk dewa.." ajakku.
"Makasih deh bang, cuman nganter si Maya aja khok"
"Ok dewa, thanks ya..salam buat keluarga di rumah", kata Maya sambil ia keluar dari dalam mobil.
Dewa mengangguk.
"Ok deh duluan semuanya ya. Have a nice dinner", kata Dewa.
Dewa tersenyum menggoda memainkan dagunya yang berjenggot mirip penyanyi terkenal di Indonesia, DEWA 19..he..he..
"Ayuk Maya", kataku.
Aku memposisikan tangan kiri siap jika ia minat untuk menggandeng tangan. Tapi Maya lewat aja. Duhh terlalu berharap nih..:D
Pintu kubuka, ia kupersilakan masuk ke dalam Café.
"Kita duduk di sana yuk !", ia mengangguk.
Kupilih meja di tengah, kutarik kursi ke belakang dan kupersilakan ia duduk. Aku berusaha segentlemen mungkin he..he..maklum biasanya gak kayak gini :D
Salah satu waiters menyodorkan daftar menu.
"Aku tidak tahu makanan apa yang enak. Pilihan aja deh Maya, terserah aja. Seleraku buruk khok. Makanan apa saja bisa masuk khok ke perut ini", kataku memegangi perut sambil tersenyum.
Maya kemudian menggerakkan jari-jarinya yang mungil berjalan di atas daftar menu dan kemudian ia memilih.
"Ini aja deh bang, Terayaki Chicken"
"Terus minumnya apa bang?" tanya Maya.
"Soda gembira saja..jangan yang sedih" kataku.
Aku tertawa.
"Ok pak itu saja, oh ya...sama Jus Semangka satu"
Pelayan mengangguk dan pergi dari hadapan kami berdua.
Sekarang tinggal kami berdua aja.Kali ini aku tidak mau menghabiskan waktu untuk melihat-lihat situasi sekitarku..Aku tidak lagi memperhatikan design interiornya, tidak lagi memperhatikan berapa orang yang ada di situ, tidak.! Kali ini aku ingin memperhatikan satu orang saja, Maya. Seseorang yang masih aku harapkan selama beberapa tahun ini..
Kupandangi wajahnya sambil tersenyum senang.
"Kenapa bang ?"
"Enggak, gak papa"
"Tadi itu dari salon Maya cuman mau mbenerin alis mata ini lho bang", katanya.
"Ah..aku tidak percaya", dalam hati.
Mungkin Maya hanya menghindari kesan bahwaia telah mempersiapkan diri sedemikian rupa demi bertemu denganku (Cee ile...GRnich..he..he..)
Kupandangi rambut panjangnya yang hitam kemerah-merahan. Berombak .
"Mmm..sepertinya barusan diblow dry..natural. Sungguh sangat indah dipadu dengan kulitnya yang putih dan wajahnya yang lembut".
Matanya yang kecoklatan kadang berkilau-kilau, mengingatkanku pada air Danau Maninjau yang sangat indah..
"Hmmmm...acuvue disposable warna hazle...", gumamku dalam hati.
Pipinya yang berlesung seperti lembah kecil di padang salju halmahera.. Giginya yang sedikit gingsul..menambah manis sekali jika ia sedang tersenyum. Suaranya lembut seperti dentingan suara mandolin. Keceriaannya seperti kecipak air sungai yang jernih..
Dia tergagap dan jengah dengan caraku memandang..untuk menutupi nervousnya, ia membuka tasnya, mengambil rokok, ditaruhnya di atas meja setelah ia mengambil sebatang.. Rokok Mentol warna hijau isi 12 ..rokok yang ringan.. Kuambil koreknya dan kusulut rokok ditangannya.. Kesempatanku untuk lebih mendekat (he..he..), iapun mendekatkan wajahnya untuk memudahkan rokok ditangannya terbakar dalamsulutan api
"Mmm..bau wangi lembut Issey Miyake disela-sela bau tembakau terasa kontras dihidungku.."
Sungguh yang menciptakan makhluk ini tentulah Maha Indah Melihat ciptaannya saja indahnya seperti ini..mmmm...
"Hey bang..nglamunin apa sich ?"
"Engg..enggak.."kataku geragapan juga.
"Emang mbenerin alis tuh lama juga ya ?", tanyaku..
"Gak sich..tadi sekalian sama hair spa"
"Oooo..", jawabku agak terlong-long bengong..
Kemudian ia mulai bercerita tentang kisahnya,selama beberapa tahun tidak bertemu denganku,udah beberapa kali ganti pacar (he..he..) tapi gagal terus...
Aku masih asyik ndengerin ceritanya sambil memandang wajahnya yang lembut,bibirnya merah muda warna YSL, "Yves Saint Laurent" dengan kilau lip gloss "BodyShop"... Pipinya yang putih bersih lebih sempurna lagi dengan sapuan bedak "clarins", bulu matanya semakin lentik cantik dengan mascara "Lancome"dulu sukanya itu, entahlah sekarang ini.. Sedikit variasi pemerah pipi, sukanya Maya pakai "Make up Forever", meski di Indonesia baru aja terkenal sejak make up itu sering dipakai oleh Kris Dayanti, seorang diva terkenal di Nusantara, tapi Maya, ia sudah lama pakai itu...ah sungguh..kalau lagi seneng, semuanya jadinya diperhatikan...hal sekecil apapun akan diperhatikan..
"Dimakan dulu bang...tuh Teriyakinya udah dateng"
"DE JA VU..... !!!", teriakku dalam hati...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar