Namanya Ni Sendhang Pinasthika.
Pertama kali terdenger sekilas kok ngasih nama rada kebali-balian. Dan anggapan ini juga dilemparkan oleh beberapa temen shaya saat mencantumkan nama itu di fesbuk pada waktu lalu. Agaknya bahasa Jawa kuno yang digunakan dalam nama ponakan shaya ini tidak lazim digunakan sebagai nama pada jaman sekarang ini. Tapi, nama bisa juga dianggap jadi doa orang tua terhadap anaknya. So, suka-suka kakak shaya mo ngasih nama pake apa :p
Sampai saat ini total ponakan ada 4, tiap kali pulkam ke kota kecil ini pasti kerjaannya ya momong ponakan. Tapi, kali ini lain. Kenapa lain ? Ini dikarenakan ponakan paling kecil yang shaya jumpai saat itu baru berusia 3 bulan, biasanya perjumpaan shaya dengan ponakan2 yang sebelumnya itu berusia lebih dari 6-7 bulan.
Ternyata...diperlukan keberanian untuk momong ponakan yang masih bayi. Ini didapat dari cerita kakak shaya, bahwa suaminya itu belom berani momong saat masih bayi sewaktu anak pertamanya lahir. Dan kakak pertama shaya juga, belom begitu berani momong 2 anaknya sewaktu masih bayi. Kata "momong" yang shaya gunakan di paragraf ini lebih tepat kalo diganti dengan nggendong. Karna itu yang lumrah "bisa" dilakukan oleh seorang lelaki. Tapi kata momong tetap akan shaya gunakan, makna lebih luas mencangkup
mengganti popok/celana
menenangkan waktu nangis
memandikan
menidurkan
dll.
Itu di atas pernah shaya lakukan semua kecuali memandikan.
Satu kata yang selalu shaya pegang dalam melakukan hal di atas adalah kenyamanan. Bayi akan tenang jika merasa nyaman. Kalo merengek atau bahkan nangis berarti ada sesuatu yang tidak membuat dirinya nyaman, dan kita perlu mencari tau apakah yang menjadikannya seperti itu.
Banyak hal yang bisa didapat dari pengalaman selama ini, di antaranya
Seorang anak senang melihat hal baru, si Asthika ini paling senang kalo diajakin duduk di teras depan. Bisa melihat jalanan yang ramai orang dan kendaraan.
Diperlukan ketekunan untuk memaksakan suatu kebiasaan yang baik pada anak. Bayi terkadang suka ngempeng jempolnya sendiri, karna merasa nyaman saat disusui ibunya makanya dia belajar untuk memasukan sesuatu yang mirip ke dalam mulutnya. Ponakan shaya yang satu ini salah satunya. Musti dipaksa untuk mencabut jempol dari mulut mungilnya tersebut.
Dan masih banyak pelajaran laen yang bisa didapat.
Fiuh...capek juga seh.
Pernah ditantangin sama kakak untuk momong ponakan selama sebulan. Apakah sanggup atau tidak. Ini baru seminggu aja tangan udah rada-rada pegel gini. Gimana nggak, si Asthika kalo diajakin oleh shaya pengennya jalan-jalan mulu. Kalo diajak duduk gak mau... Fiuh...
Masih seminggu lagi waktu untuk berkumpul dengan ponakan. Prepare myself for my future kid :)
1 komentar:
anjrotooo kalimat terakhirnya memang sudah mengarah... :P
Posting Komentar