Sabtu, 24 Februari 2007

when love is not enough....................(17/...)

Semenjak kuliahku selesai, aku tidak melakukan banyak hal selain membantu Papa sedikit-sedikit di perusahaannya. Sebenarnya Abrar akan pulang saat wisudaku nanti, ia sudah berjanji. Namun, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya karena wisudaku masih dua bulan lagi.
Saat kau merindukan seseorang, dua bulan bisa jadi seperti penantian tanpa batas. Maka kuberanikan diriku untuk meminta ijin ke Sydney.

"Sudah tidak sabar mau ketemu calon suami yah?" ledek Papa waktu aku mengutarakan niatku.

"Ah Papa!! Kayak nggak pernah pacaran aja" ucapku manja.

"Papa nggak ada alasan melarangmu. Kamu pesan saja tiketnya..."

"Beneran Pa?" ucapku girang.

"Kalau perlu pesan saja untuk dua bulan jadi kamu balik ke Jakartanya sama-sama dia" tambah Mama.

"Aduh, Mama memang Mama paling baik..... sedunia"

Aku memeluk mamaerat-erat.

"Oh ya, aku mau bikin surprise loh buat Abrar dan Risa jadi mama papa jangan sampe keceplosan yah??" tambahku lagi.

Papa dan Mama hanya tertawa melihat sikapku yang kekanak-kanakan itu.

Kupandangi refleksi wajahku di cermin. Aku tersenyum puas melihat penampilanku. Kusisir rambutku yang sudah tumbuh panjang sekarang.

Aku teringat Abrar pernah bilang bahwa aku lebih cantik bila rambutku panjang. Mungkin itulah alasannya mengapa aku tidak pernah memotong rambutku semenjak aku mendengar kata-katanya itu.

Aku tersenyum membayangkan dirinya melihatku sekarang. Aku tersenyum membayangkan perjumpaan kami sebentar lagi, melihat ekspresi terkejut di wajah tampannya. Kubayangkan juga hari-hari yang akan aku lewati dengannya, menyusuri tempat-tempat indah yang selama ini selalu ia ceritakan padaku.

Kurapihkan diriku lagi sebelum keluar dari kamar kecil itu.

Kulangkahkan kakiku dengan mantap.

###

4 komentar:

A.H. mengatakan...

"Aku teringat Abrar pernah bilang bahwa aku lebih cantik bila rambutku panjang."

Weleh Qi, aku kira si Abrar ngomong gitu ke kamu, makanya aku jadi bengong sendiri. Eh gak taunya cerpen :P

- HQ - kiko - mengatakan...

hahaha sekilas seperti ambigu bahasanya, tapi ya tahu kan maksudnya??
hehehehe

dina mengatakan...

bayanginnya aja ketawa... :D:D:D

- HQ - kiko - mengatakan...

yaelah....mbayanginnya rumet shaya mulu

^o^ huehuehue