Rabu, 21 Februari 2007

when love is not enough....................(14/...)

Pesta pertunangan kami berjalan dengan lancar. Sejujurnya, tidak ada yang terlalu istimewa di hari itu kecuali perasaanku. Bahagia dan terharu mungkin tidak cukup untuk mendeskripsikannya.

Abrar selalu berada di sampingku sepanjang acara itu. Ia senantiasa menggenggam erat tanganku atau sesekali merangkul pinggangku.

Kudengar tamu-tamu memuji kami sebagai pasangan yang sempurna. Abrar juga terus-menerus memujiku yang terlihat agak berbeda malam itu. Sedih rasanya waktu pesta itu berakhir dan membayangkan Abrar akan segera meninggalkanku. Namun, cincin yang kini terselip di jari manisku mampu membuat hatiku agak lebih cerah.

Malam itu, Abrar mencium bibirku untuk yang pertama kalinya!!

Ciuman yang lembut...tepat seperti yang aku impikan, ciuman pertama yang membuatku menangis sebaliknya dari tersenyum. Abrar memang memenuhi semua anganku. Ia terlalu sempurna sehingga aku merasa semua ini hanya mimpi.

###

Tidak ada komentar: