Sesampainya di depan rumahku, aku sudah hendak membuka pintu mobil sewaktu ia menarik tanganku, mencegahku untuk keluar.
"Ada apa?" tanyaku antara bingung dan juga malu karena aku juga menikmati sentuhan tangannya.
Ia menatapku sesaat, beberapa detik yang terasa begitu lama untukku.
"Nggak pa-pa... Maaf..." ia melepaskan tanganku pelan.
"Good night, sweet dream" senyumnya.
Aneh... aku agak sedikit kecewa saat itu. Aku hanya bisa membalas senyumannya dan beranjak keluar.
Lalu aku melihat mobil ayah Abrar diparkir di dalam garasi rumahku.
"Brar, itu bukannya mobil papamu?" tanyaku agak sedikit terkejut.
Abrar menatap ke arah yang kutunjuk dan ternyata ia juga sama herannya dengan aku.
"Kamu turun aja dulu" akhirnya kuberanikan diriku.
Abrar hanya mengangguk-angguk dan mematikan mesin mobilnya.
###
2 komentar:
bagus... walopun gw suka sebel ma cerita cewek kaya, cantik, pinter, trus ktemunya juga ma co kaya, pinter, ganteng, keren... perfek amat sih idupnya... bkin ngiri hehehe...
ng, udah baca teliti tetep ga nemu nama calon suaminya arisa ney????????????
hohohoho......
baca lebih teliti donk!!!
Posting Komentar