by Enade
Tersenyumlah senantiasa
karena senyum itu tidak pernah hilang
di bawah bening mata dibingkai rambut hitam
senyum itu seperti sudah terpatri di
sana dan juga dihatiku
Tersenyumlah senantiasa
saat pancaran matamu memancarkan bingung
senyum itu tetap mengembang
dan lambaian tanganmu saat engkau menjelma menjadi bidadari
di bawah naungan cinta ibu pertiwi
membawamu terbang dari bukit raya yang kini tersaput asap
entah dimana engkau sekarang
Tersenyumlah senantiasa
Aku bahagia melihat engkau bahagia
meski aku lebih berbahagia
jika engkau berbahagia karenaku dan denganku
namun itu adalah hal yang hampir mustahil
Tersenyumlah senantiasa
obsesi akan senyum itu pudar
dan tinggal jadi kenangan
yang terlalu indah meskipun sedih untuk
diabaikan
Tersenyumlah senantiasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar