Kamis, 18 Januari 2007

Panggilan dari Dunia Lain....................(01/...)

"Kok lama?"

"Maaf...hh....hh.. Tadi...hh...di depan stasiun...hhh.... ada kecelakaan. Hhhh!!!"

Napas Vita terdengar putus-putus.

'Kecelakaan? Jangan-jangan ada kendaraan yang ketabrak sama kereta api'

"Ada Colt yang ketabrak ya?"

"Heh? Hh...kok lo tau seh, Gun?? Hh..."

"Barusan ada orang lewat ngobrol pake HP tentang hal itu.... Parah nggak?"

"Yaa nggak liat seh...ngeri gitu loh!"

"Nanggung kali.....udah di sana"

"Hhh.......lu mau nunggu lebih lama??"

"Udah makan Vit?"

"Lom neh, traktir ya!!!!! Lo kan dah gue bantuin ngerjain paper!!! Ayo donk Wan. Ke cafenya si Daniel aja ya?"

"Yaelah ni anak...... Lu Gun?"

"Aku seh udah makan, minum aja ntar."

Kita bertiga berjalan menuju Cafe Bermuda. Cafe kepunyaan bokapnya Daniel. Kebetulan tahun ini bokapnya lagi nyalonin jadi walikota Tangerang. Nggak tau sukses apa nggak, tapi keliatannya si Daniel selalu ceria akhir-akhir ini. Ntah karena dapet cewek baru atau berhubungan ama keluarganya. Pas ditanya selalu dijawab dengan 'Hidup ini memang indah Coy, nikmati selagi bisa.'***


"Lu pesen apa?"

"Chicken Hainan sama Milo Dinosaur"

"Gun?"

"Teh-o aja deh"

"Huehuehue minum di cafe kok malah teh-o"

"Eh jangan salah, menurut bokapnya Daniel teh yang digunain ini import dari Srilangka."

"Mendingan teh hijau Jepang atau teh Indo."

"Tapi yang ini khas bener rasanya."

"Sama aja ah."

"Beda!"

"Bedanya?"

"Di lidah akan terasa beda."

"Sama ah."

"Emang lo bisa bedain?"

"Lidah lo terbuat dari apa seh?"

"Lidahku normal kok."

"Hahaha lo gak bisa ngalahin Gunawan kalo soal teh. Dia mah jagonya."

"Teh Srilangka pohonnya agak lain dari pohon teh di Indo. Lagian teh yang diimport ke Singapore udah jelas donk kualitasnya pasti yoi. Nah kalo mau enak rasanya musti diseduh pake air hangat, kalo terlalu panas ntar.."

"Udah! Iya iya!"

'Parah neh, kalo nggak dicegah bisa sampe sore dia bicara tentang teh Srilangka. Lagian ngapain juga bokapnya Daniel bawa teh Srilangka dari Singapore? Kenapa gak langsung aja import dari Srilangka!.'

Vita masih ketawa terpingkal-pingkal ngeliat kita bertengkar.

"Hahahaha."

"Vit! Udah!"

"Hihihihi."

Volume ketawanya mengecil tapi masih ketawa.

"Mau ditraktir nggak?"

"Mau............!"

'Dasar manyun.'

Terdengar suara ambulance lewat.

'Tampaknya kecelakaannya memakan korban.....'

"Eh, Vit. Tadi gimana ceritanya? Soal tabrakan tadi."

"Ohh...tadi. Tu penjaga lalai doank. Lupa nutup pembatas waktu kereta lewat."

"Kejadian klasik. Dari dulu penyebabnya selalu itu."

"Bukannya.."

Percakapan kami terhenti sejenak. Pesanan makanan datang. Urusan perut datang duluan makanya didahulukan.

"Heh? Katanya kamu lapar, kok mesennya Vegie?"

"Cewek emang gitu. Bilangnya aja laper, pas makan porsinya diet."

"Peduli amat! Segini aja gue udah kenyang kok."

"Mamad?"

"Hehh?"

Gue kaget.

'Si Mamad temen SMP gue?'

Benar! Orangnya sedang berdiri memakai pakaian hitam putih layaknya pelayan cafe.

"Kamu kerja di sini to?"

"Sambilan aja kok, lagian kalo siang udah ada masku yang jaga bengkel."

"So abis lu lulus smp kagak ngelanjutin sma?"

"Iya, pas-pasan seh otaknya."

"Ngelanjutin STM kek paling nggak. Kan bisa ngasah skill di situ."

"Skil?"

"Hush! Jangan pake bahasa planet kalo ngomong sama Mamad."

"Eh, sorry! Sorry! Ngasah kemampuan maksudnya tadi."

"Nggak ada biaya........"

Kami hening.

"Udah 3 taon yah?"

"Ha?"

"Kamu seh ngapain juga sekolah di JC Singapore."

"Tuntutan jaman man!"

"Jijik."

"Eh, iya Mad. Kenalin...... temen gue yang manis. Vita namanya. Dari Salatiga."

Mereka bersalaman.

"Satu sekolah?"

"Nggak kok Mad. Iwan di Temasec JC, gue di Victoria. Kita ketemu di MRT."

"JC? MRT?"

"Aaaaa gampangannya JC itu SMA kalo MRT itu kereta api, gitu aja deh. Mudeng ora?"

"Oh Iwan masih bisa bahasa Jawa to? Hihihihi."

"Yaelah baru 3 taon doank masa dah lupa."

"Wan!!"

Ntah kenapa kita bertiga serentak memandang Vita.

"Tadi omonganmu terhenti waktu kita ngobrolin tentang kecelakaan itu."

"Kecelakaan apa?"

"Kereta Mad, nabrak Colt"

"Tadi gue mo ngomong apa ya?"

"Gubrag deh. Mana gue tau."

"Hhmm......"

"Terakhir kamu bilang 'Bukannya...' lalu kita berhenti karena Mamad datang."

"Ohh..."

Gue berhenti sejenak. Berpikir mau bilang apa tadi. Tapi semakin dipikir kok semakin gak nemu.

"Gak jadi deh."

"Yahh...."

"Lah, emang gue gak inget kok."

"Kejadiannya di mana?"

"Kamu masih tinggal di Hasanuddin kan? Ya di deket situ."

"Iya ya? Pada mau mampir?"

"Cari waktu dulu Mad, udah kelas 3 sma neh, waktunya gak banyak."

"Sibuk bimbel ya?"

"Kamu emang gak?"

"Gue masih taon kedua. Kan kalo dari smp gak langsung ke JC, musti ke Secondary 4 dulu baru bisa masuk ke JC. Jadi kita ya telat setaon dari lu."

"Beda Gun systemnya."

Vita menambahkan. Gunawan cuman manggut-manggut. Ntah ngerti ato nggak.

"Mad, besok deh kita mampir."

"Sebelum pada mampir ke rumahku. Ada yang mau aku tanyain ke semua yang di sini."

Kami hening sejenak. Menunggu Mamad bicara. Gunawan mengerutkan kening. Vita berhenti menikmati minumannya. Gue seh gak terlalu tertarik tuk mampir ke rumahnya si Mamad sampai dia melontarkan pertanyaan itu.

"Kalian semua percaya hantu?"***

8 komentar:

Unknown mengatakan...

akhirnya bwt gmail bru juga,,demi comment di blog ini,,hahah,,
ayo b,,mana lanjutannya,,
dtunggu yah,,,
i'm so curious bout it,,,:p

- HQ - kiko - mengatakan...

hahaha, akhirnya Tessa bikin gmail lagi....
^_^ seep seep tunggu aja ya!!!
Gak lama kok.
Thanks.

dina mengatakan...

wakaka..abang cerpennya beda bgt sama bayangan saya yak.. :D

- HQ - kiko - mengatakan...

bayangan gimana maksudnya Din??

Unknown mengatakan...

bayangan hantu,,,,:D
hahahhaa,,,,

- HQ - kiko - mengatakan...

hahaha, udah bayangan plus hantu pula....
gimana bisa ngeliat bayangan hantu :p

A.H. mengatakan...

wah bagus ceritanya bro... temen2 gw yg dari Wesleyan / Freeman banyak yang ASEAN Scholar, JCnya di Singapore, dan salah satunya bernama Iwan :P.

- HQ - kiko - mengatakan...

wah jangan-jangan jadi kisah nyata neh :p