Rabu, 17 Januari 2007

dejavu....................(04/...)

Sudah tiga kali terjadi..ini bukan kebetulan..ini adalah pertanda...Maya adalah orang yang akan membantuku menyelesaikan tugas ini..

Baiklah, aku kini tidak ada keraguan lagi, tinggal memprosesnya supaya bisa menyesuaikan denganku, dan akupun menyesuaikan diri dengannya dan membiarkanalur kehidupan masing-masing yang membimbing jalannya dan jalanku....

Kami berdua tersenyum melihat tanpa 'sengaja' berbarengan kami berbicara...kemudian terdengar tawa kecil berbarengan..hi..hi..hi...

"Maya...kemarin aku habis jalan-jalan ke pulau Bali. Dan sempat pula aku datang melihat lokasi ledakan Bom Bali, kasus Oktober tahun lalu..."

"Trus apa yang bang Rudy lihat....?"

"Mmmm...hal yang aneh..sangat aneh......"

"Coba bayangkan, bekas fisik ledakan cuman sekitar 3 x 3 meter, tapi dampaknya sungguh luar biasa sekali. Ruko 2 buah dengan radius 20 m di kiri dan di kanan,hancur lebur...Kemudian toko-toko di sepanjang jalan Legian kaca-kacanya hancursemua...Dan ledakan di Kuta itu sampai terdengar di Tabanan yang berjarak hampir30 km"

"Iya bang..memang aneh..beberapa waktu yang lampau,setelah peristiwa ledakan Bomitu, Maya surfing di internet, ARMY: The Soldier News Paper, situs resmi militer Australia ada dimuat keterangan Kapten Rodney Cox, perwira Angkatan Darat Australia yang menyaksikan ledakan di Sari Club, Legian Bali. Cox mengatakan, dua detik sebelum bom meledak, seluruh aliran listrik di lokasiitu mati. "Saya pernah mengikuti kursus demolisi, tapi tak pernah melihat efek ledakan sehebat itu", kata Rodney Cox gitu..Yang lebih aneh lagi bang, setelah beberapa hari kemudian sya buka situs itu lagi, kesaksian Rodney Cox tiba-tiba saja lenyap terhapus dari situs ARMY"

Aku ganti bicara,

"Iya....sungguh aneh apabila dikatakan bahwa ledakan itu adalah hasil persenyawaan dari bahan-bahan klorat, belerang, serbuk aluminium, tawas danklorin. Meski memang dari bahan-bahan itu bisa dibuat bom, tapi ledakannya adalah termasuk low explosive, tak mungkin hasilnya seperti kejadian bom bali itu..Menurut salah seorang pejabat kepolisian, berulang kali disebutkan bahwa bom Legian itu mengandung bahan Research and Development X (RDX), HMX yang merupakan turunan dari RDX dan Trinitro toluene (TNT)..."

Aku berhenti sejenak, mengambil minuman soda gembira dan menanti reaksi dari Maya.

"Lalu menurut Abang? Tentang Bom itu ? Bagaimana ?"

"Sepertinya itu bom jenis baru namanya SDAM, special atomic demolition munition, yang sering dijuluki micro nuke alias nuklir mikro. Sebab kalau melihat hasil ledakannya, itu bukan kelasnya C-4. C-4 standard ituterbuat dari 91 % RDX dan 9% Polyiso butylene plasticer. Dan itu cuman punyadaya ledak...yach..kurang lebih 1,2 x dari TNT-lah...Dan ciri-ciri C-4 tidakseperti hasil ledakan Bom Bali, ada cendawan panas seperti bentuk bom atom di Hiroshima Nagasaki dulu, timbul kawah yang cukup besar serta lumpuhnya aliran listrik. Juga itu bukanlah hasil ledakan TNT. TNT murni tak mungkin menghasilkan ledakan seperti itu."

Agak terbengong-bengong sedikit Maya mendengar apa yang aku omongkan, kemudian Ia mengangguk lirih.

"Iya sich..Abang dulu lulusan teknik kimia ya.."

Aku menghela nafas panjang dan melanjutkan.

"Bahan-bahan pembuat C-4 aja, seperti RDX, tidak mudah diperoleh. Selain langkadan Mahal, yang produksi cuman beberapa negara saja. Amerika....."

Kulirik Maya, tak sadar ia menganggukkan kepalanya seakan tahu persis tentang itu.

"...kemudian Inggris juga produksi, Perancis , jerman dan Rusia saja.. ya..hanya 5 negara itu saja yang produksi RDX. Selain buat C-4, RDX itu juga dipakai sebagai bahan dasar Semtex, bom yang mirip milik negara-negara blok Timur..."

"Dan..Maya, technology SDAM itu sementara ini yang nguasai hanya beberapa negara saja."

Maya mengangguk.

"Saya paham Bang..., kapan itu saya surfing juga nemukan pendapat dari pakar bahan peledak Mark Ribband asal Iggris, ia juga mengatakan hal yang mirip. Ia mengatakan "Kalau memang bom bali itu hasil ledakan C-4,tentulah itu merupakan C-4 yang amat sangat dahsyat"...

Kemudian pembicaraan terhenti, seakan-akan Maya dan aku tenggelam di dalam keheningan sepi yang mencekam.. Tiba-tiba saja kami bergumam bersama-sama...

"Global Conspiracy"..

Seolah dikomando, aku memandang Maya..iapun memandangku...

Dejavu!!!!!!!

2 komentar:

VAP mengatakan...

Giling bgt sih lo, ampe tau peralatan cewek berikut produsen nya. Gw aja ngga segitu nya. Tapi keren denk kalo dari kacamata penulis (benar2 mengenal tokohnya). Penyakit gw kalo baca tulisan orang (walopun fiksi) gw langsung menilai penulisnya. Gw mengenali kepribadian penulis dari tulisannya. Coz apa yang tercurah itu kan bener2 isi kepala si penulis. Walo (skali lagi) fiktif tokoh, latar, cerita etc nya. Tapi pemikiran para tokoh kan pemikiran si penulis... ya kan om?? Makanya langsung brasa; ih aneh bgt sih lo?? huehehe...

Truss?? Dejavu tamatnya gitu aja?? Ngga ngerti... (sembari ngacung)

- HQ - kiko - mengatakan...

wah itu ka' salah satu mungkin kelebihan dari shaya, agak susah nebak kepribadian shaya :D, hampir semua pemikiran shaya itu semuanya hampir pernah terjadi di sekitar shaya entah itu shaya sendiri, temen-temen, berita maupun dari cerita-cerita orang lain, dan shaya lebih suka kisah yang lebih nyata daripada bertema kayak sihir-sihiran. Sebenarnya peralatan cewek bisa tau detail itu karena sering diajakin belanja bareng temen cewek sampe nungguin lamaaa banget di toko kosmetik, daripada gak ada kerjaan ya tulis aja merk-merk yang di situ, itung-itung nambah pengetahuan hehehehe.