terima kasih ...
kesan itu masih tergenggam dengan mimpi tersampaikan padamu
tapi raguku tetap menahan emosi bibir ini menyampaikan pesan yang terlambat itu
jika kamu percaya bahasa kalbu itu ada
tidakkah engkau bijak memberikanku terus kesempatan akan detik-detikmu?
segala tentangmu adalah hasratku
memicu denyut-denyut nadiku untuk terus bergelora
jika kamu tidak menganggapku layak
mungkin karena aku tertatih... tak kuasa berlari seperti yang kau harap
bisa jadi selama ini aku berbisik... tak cukup bernyanyi seperti yang damba
ataukah karena aku hanya lilin redup... tanpa kuasa menjadi surya penerang seperti yang kau cari selama ini
memang hanya Tuhan yang mengerti
nurani suci antara kita yang tak pernah bisa bicara
aku menunggu sampai aku dan kamu
di satu titik 'kan bertemu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar