bak kepak camar menukik
melaju perkasa selasar pantai
laksana camar berjelajah damai
selami ombak kelakar riuh
waktukupun merapat berlabuh
betah menyusuri di februari
berharap, belumlah petang memerah jingga
kuhanya duduk menatap dentang usia
aku adalah pelukis masa dari kisah, sejatinya
senyum berpendar bak berekor kunang
malampun bukan lagi tergulitakan
adapun yang tertoreh kita
detik lampau menjelma menara suar
tegak pongah menanda arahi saujana
dan padanya mengacu melambai menerka
adapun yang tertulis kita
sebangsa cahaya buyari malam semu
antarkan dingin bernada ngilu
menuntun dayung meraih tepian
olehnya,
aku kini mewujudi aku nanti
cahayapun telah terpunyai
tuk membaca lembar baru
paruh sisa jatah umurku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar