teringat akan cerita kemaren
di mana kemarau kering berderak-derak
memukul jatuh pepohonan
yang tak sempat meranggas
angsa itik di danau serasa ikut dijalari
bosan menyepi
tapi di mana diriku, di saat itu?
hilang di rimbakah?
mati, atau tersesat dalam sepi
di pagut ular hutan,
jadi buta teracuni
kian saja melangkah, dan duri mencucuk luka di kaki
hingga selesai cerita ini tanpa belom bisa kuakhiri
seumpama laba-laba menganyam jaring-jaring
kisah ini terus kurajut dan biarlah aku di sini
bosan hanya mempercepat laju langkahku
angin-angin dihantarkan oleh wanginya pagi
dan semua dunia diam berteduh dalam kusuraman
kelabu hanyalah warna bukan?
tapi tetap, hari ke hari adalah kisah
masing-masing kita adalah pelayar
pelayar entah di mana riak air mengalir
atau mungkin dalam pembuluh darahmu sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar