Di ruang tengah Jurong East, ada shaya, Abrar, Amri, dan Fanse. Abrar yang gak ikutan makan di Bagus rencananya mau masak sendiri,
"Kau punya beras, Q?"
"Ambil aja di dapur, yang warna ijo."
Lalu dia pergi ke dapur, tak lama kemudian dia kembali.
"Eh sekalian pinjem itunya?" tanya dia.
"Itunya tu apa?" tanya shaya balik.
"Ya buat masaknya."
"Ngomong rice cooker aja bingung" Amri mulai nyela.
"Ya maksudku itu juga" Abrar ngeles.
"Ya emang kalo gak make itu mau pake apa lagi?" Amri mulai ngoffence
"Punya owner kan ada" shaya ikutan nyela.
"Ya kalo nggak pake rice cooker, pake itulah...apa namanya alat masak yang biasa itu" Abrar mulai ngeles lagi.
"He???" kita mungkin salah denger omongan Abrar.
"Ya itulah.....alat masak yang biasa itu" Abrar tetep aja keukeuh.
"Halah....bilang panci aja susah!!" shayapun ikutan ngoffence sambil ketawa.
"Emang bahasa Aceh itu aneh-aneh" Fanse ikutan nyerang, ikutan ketawa.
Mungkin karena malu Abrar langsung ke dapur.
Tiba-tiba, Amri nyeletuk
"Apa? Alat masak yang biasa? Hahahahaha."
"Halah delaynya lama......." ganti nyerang Amri
"Bolot!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar